aadnow

adnow

loading...

Monday, October 16, 2017

Prof. Dr. Ainul Fatah Ahli kultur mikrobakteriologi Dunia


Prof. Dr. Ainul Fatah merupakan seorang ahli kultur mikrobakteriologi, bukan mikrobiologi sebagaimana terdapat di hampir setiap fakultas MIPA. Pada ilmu kedokteran, ahli berbagai kuman disebut ahli parasitologi, ahli virus di sebut virologi.
Prof. Dr. Ainul Fatah menempuh pendidikan di Ryukyu University, sebuah Universitas di pulau Kyushu Okinawa Jepang. S2 mengambil bidang mikrobakteriologi, S3 mengambil bidang mikro kultur bakteriologi. Beliau bisa mengambil jurusan itu karena memiliki IQ 169. Diatas IQ Prof. Bj. Habibie yang 163 dan diatas Einstein yang 168.
Satu  dari Enam  Prof Ahli Kulturbakteriologi di Dunia.
Dosen yang sangat terkenal di dunia yang dikenal sebagai ketua perkumpulan ahli mikrobakteriologi sedunia bernama Prof. DR. Teruo Higa dan Prof. DR. Hiromi Shinya. Keduanya merupakan ahli mikrobakteriologi, bukan mikro kultur bakteriologi. Prof. Teruo Higa sangat terkenal dengan penemuannya yang disebut EM (efektif mikroorganisme), beliaulah yang berhasil menghidupkan kembali wilayah Hiroshima dan Nagasaki yang hancur lebur serta penuh dengan limbah nuklir.
Dengan tehnologi mikrobakteriologi yang dimiliki, Hiroshima dan Nagasaki berhasil dihidupkan lagi dalam waktu yang jauh lebih cepat dari dugaan para ahli se-dunia. Ternyata dengan penciptaan flora bakteri di alam semesta ini, kehidupan manusia dan makhluk hidup bisa dijaga kembali.
Prof Teruo Higa melakukan riset bertahun-tahun di Pecatu, Buleleng, Bali, karena pada awalnya di negaranya sendiri beliau ditolak. Dari Bali, lalu ke Thailand hingga berhasil membantu Thailand mencapai swasembada pangan serta produk pertanian yang handal, selanjutnya ke Vietnam, baru kemudian kembali ke Jepang.
Di negara seperti Jepang, Jerman, Israel, pengembangan bakteri masih menggunakan teknologi MRS ( method regenerative system ), sementara Prof. Ainul Fatahmemakai MAS ( method air system ), maka kecepatanya bisa seperti kecepatan angin bertiup. Laboratoriumnya adalah alam sekitar; catatan dan bukunya ada di otaknya.
Virus, selama ini menjadi tertuduh dan hingga hari ini, belum ditemukan obat yang mampu membunuh virus secara efektif. Seperti halnya antibiotik untuk bakteri. Kalau ada obat seperti antivirus/antiviral yang dianggap mampu membunuh virus, kekuatannya maupun khasiatnya masih sangat dipertanyakan.
Faktanya dengan obat antiviral tersebut, virus tidak akan mati, hanya menjadi dormen/tidur/pingsan. Pada saat daya tahan tubuh menurun, maka virus tersebut akan berkembang biak kembali di dalam tubuh, sehingga sakit yang diderita akan kambuh lagi. Misalnya sakit Lever/Hepatitis B, C. Hampir semua kasus hepatitis B selalu berkembang menjadi hepatitis kronis, sirrosis hati dan seterusnya.
Apalagi berbagai penyakit karena virus type-type terkini, seperti flu burung, flu babi, corona, sars, mers, ebola, HIV dan virus lainnya yang lebih ganas dan mematikan.

Reactions:
Post a Comment
SENYUM ANDA KEBAHAGIAAN KAMI