Sunday, April 15, 2018

Apakah Kita Perlu Mengonsumsi Suplemen Probiotik?

Dilansir dari MayoClinic, pada dasarnya Anda tidak memerlukan probiotik untuk membuat tubuh menjadi sehat. Namun, mikroorganisme ini bisa membantu menyehatkan pencernaan Anda dan melindunginya dari bakteri berbahaya, sama seperti bakteri “baik” yang ada di tubuh Anda yang sudah melakukannya. Jadi, kalau memang tidak wajib menambah asupan probiotik, apakah tubuh masih akan mendapatkan manfaat baik dari mikroogranisme ini? Simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu probiotik?
Probiotik adalah bakteri yang membantu menjaga keseimbangan alami organisme di usus. Saluran pencernaan manusia yang normal mengandung sekitar 400 jenis bakteri probiotik yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri berbahaya dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Sebagian besar probiotik yang digunakan dalam suplemen kesehatan adalah strain bifidobacterium dan lactobacillus.

Probiotik membantu mengembalikan jumlah bakteri baik di dalam tubuh yang mungkin telah habis oleh penggunaan antibiotik atau pengobatan tertentu. Probiotik direkomendasikan untuk orang-orang yang menderita infeksi jamur kronis, sembelit (susah buang air besar), diare, serta infeksi saluran cerna dan infeksi saluran kemih. Probiotik juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengendalikan berat badan.

Dari mana saja kita bisa menemukan probiotik?
Anda bisa mengonsumsi probiotik dari produk makanan fermentasi seperti yogurt, asinan kubis, dark chocolate, acar, dan juga kimchi. Yogurt mengandung lactobacillus dan acidophilus tingkat tinggi yang meningkatkan kadar bakteri baik di tubuh Anda.

Selain pada makanan, probiotik juga dapat Anda temukan pada suplemen. Suplemen probiotik saat ini tersedia dalam berbagai jenis sediaan. Mulai dari kapsul, sirup, hingga bubuk.

Berapa banyak probiotik yang bisa dikonsumsi per hari?
Tidak ada dosis pasti untuk menentukan berapa banyak probiotik yang seharusnya dikonsumsi setiap hari. Penelitian dari University of Maryland Medical Center menyatakan bahwa Lactobacillus acidophilus, yaitu jenis probiotik yang paling sering digunakan boleh direkomendasikan dalam dosis sekitar 1 miliar sampai 15 miliar CFU (colony forming units) per hari. Namun , dalam yogurt kemasan dan produk-produk serupa jarang yang mencantumkan jumlah CFU-nya.

Consumer Reports mencatat pada tahun 2011 bahwa sebagian besar produk yogurt mengandung CFU berkisar antara 90 miliar sampai 500 miliar per sajian. Sedangkan suplemen probiotik umumnya menawarkan 20 hingga 70 miliar CFU.

Selain itu, yang perlu Anda perhatikan bahwa jumlah probiotik yang dibutuhkan tiap orang berbeda, bergantung pada beberapa faktor seperti kondisi tubuh dan penyakit tertentu yang diderita.

Adakah efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi probiotik?
Saat pertama kali mengonsumsi probiotik, Anda mungkin mengalami gejala seperti kembung, sakit kepala, atau ruam kulit. Umumnya gejala ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Anda bisa mengonsumsi probiotik tanpa batas waktu. Kecuali Anda memiliki alergi terhadap susu. Jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap lactobacillus, acidophilus, bifidobacterium, atau Streptococcus thermophilus, maka Anda perlu berpikir ulang untuk mengonsumsi probiotik.

Anda tetap perlu mengonsultasikan pada dokter ketika memutuskan untuk mengonsumsi suplemen probiotik. Bicarakan pada dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan yang mungkin menyebabkan probiotik bereaksi negatif pada tubuh Anda.

Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, biasanya Anda tidak akan disarankan mengonsumsi probiotik karena dapat meningkatkan risiko infeksi tertentu.
Artikel : https:// hellosehat com

Reaksi:
SENYUM ANDA KEBAHAGIAAN KAMI