Wednesday, November 14, 2018

Kanker


Kanker


Kanker adalah salah satu penyakit paling ganas di dunia dimana terjadi kerusakan sel-sel (tumbuh tidak normal) yang dapat menyerang jaringan sel lainnya. Penyebaran sel-sel kanker terjadi dan menyebar di seluruh bagian tubuh melalui sistem limfe dan melalui darah. Kadang kanker juga disebut sebagai TUMOR GANAS. Kanker bukan hanya salah satu penyakit, setidaknya adalah lebih dari 100 jenis kanker yang dikenal di dunia kedokteran.

Bagaimana Kanker Berkembang?

Kanker disebabkan oleh tumbuhnya sel-sel yang tidak terkendali dan terus tumbuh namun tidak dapat dimatikan. Pada umumnya sel-sel normal dalam tubuh memiliki proses yang baik mulai dari pertumbuhan, pembelahan, sampai pada kematian sel tersebut. Kematian sel normal disebut dengan apoptosis, namun ketika proses ini menjadi kacau maka kanker akan mulai terjadi dan terbentuk. Tidak adanya proses Apoptosis membuat sel terus tumbuh dan sangat tidak terkendali sehingga dapat menyerang sel normal lainnya.
pertumbuhan sel kanker
Pertumbuhan sel kanker, Sumber Gambar: Cancer.gov

5 Kelompok Kanker

Kanker dapat dijadikan menjadi 5 kelompok utama dengan total lebih dari ratusan jenis kanker yang dikategorikan berdasarkan lokasi yang diserang.
  1. Carcinoma : Seluruh kanker yang tergabung pada jenis ini dimulai pada jaringan kulit yang menutupi organ dalam (internal). Kanker kategori carcinoma memiliki sub tipe : karsinoma sel basal, adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel transisional.
  2. Sarkoma : Jenis sarkoma merrupakan kategori kanker yang terdapat dan diawali pada tulang, lemak, otot, tulang rawan, pembuluh darah, dan jaringan pendukung lainnya.
  3. Leukemia – Kategori kanker yang menyerang jaringan darah termasuk di dalamnya kanker sum-sum tulang yang membuat sel darah tumbuh abnormal.
  4. Limfoma dan myeloma : Kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
  5. Kanker sistem saraf : Kanker yang dimulai dari jaringan dalam otak dan sumsum tulang belakang.

Bagaimana Kanker di Bedakan?

Kanker dibedakan berdasarkan tipe kanker yang menyerang bagian bagian tertentu. Setiap jenis kanker tentu memiliki penyebab, pencegahan, pengobatan, dan gejala dan ciri ciri yang berbeda. Contoh kanker darah dan kanker serviks tentu memiliki lokasi dan karakteristik yang berbeda.

Kanker = Tumor ?

Tumor merupakan salah satu bentuk benjolan yang tidak normal, didalamnya tumbuh sel-sel tidak normal. Namun tidak semua tumor dapat dikatakan kanker, ada beberapa jenis tumor yang bukan kanker.
Tumor Jinak
Tumor jinak merupakan tumor dapat dikatakan bukan kanker. Tumor jenis ini dapat menyebabkan berbagai masalah sehingga dapat tumbuh menjadi lebih besar dan terjadi pada organ atau jaringan yang sehat. Karakteristik tumor jinak adalah mereka tidak dapat menyerang sel jaringan lain didalam tubuh. Karena itulah mereka tidak dapat Tapi mereka tidak bisa tumbuh menjadi (menyerang) jaringan lain. Karena hal tersebut mereka tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain atau dikenal dengan istilah metastatis, tumor jinak juga tidak mengancam nyawa.
Tumor Ganas
Tumor ganas juga dikatakan kanker, tumor jenis ini berkembang diseluruh bagian tubuh dan dapat merusak jaringan sel lainnya.

Penyebab Kanker

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kanker di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Radiasi
  2. Sinar matahari
  3. Makanan dan Minuman dalam kaleng (soda)
  4. Makanan olahan
  5. Keturunan
  6. Lingkungan kerja
  7. Infeksi bakteri
  8. Sistem imun tubuh
Sesuai dengan jenisnya kanker disebabkan oleh beberapa hal yang spesifik, silakan baca : Penyebab Kanker untuk mengetahui penyebab kanker secara umum.

Jenis Kanker Yang Dikenal di Dunia Medis

  • Kanker Serviks
  • Kanker Payudara
  • Kanker Tulang
  • Kanker Otak
  • Kanker Rahim
  • Kanker Hati
  • Kanker Kulit

Friday, November 9, 2018

Tirta Herbal




Depkes RI P-IRT 1133515012065-11

SEHAT ALAMI dengan TIRTA HERBAL 
Di dalam usus kita, ada sekitar 100-400 jenis bakteri yang secara sederhana dikelompokkan dalam ‘bakteri baik’ (yang bermanfaat bagi kesehatan dan ‘bakteri jahat’ (yang bisa menyebabkan penyakit atau disebut juga bakteri patogen.  "Contoh ’bakteri baik’ adalah Bifidobacterium sp,Eubacterium sp dan Lactobacillus sp,  sedangkan ‘bakteri jahat’ misalnya Clostridium sp, Shigella sp!, dan Veillonell sp.

Bakteri baik’ dan ’bakteri jahat’ tersebut semuanya hidup dalam keseimbangan! )ika keseimbangan sampai terganggu, misalnya jumlah ‘bakteri jahat’ lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ‘bakteri baik’, maka timbullah
penyakit
! Itulah sebabnya kini mulai dirasakan perlunya memelihara lebih banyak ’bakteri baik’ di dalam usus kita! Perbandingan presentase jumlah ‘bakteri baik’ dan ‘bakteri  jahat’ yang dianjurkan adalah 85 : 15.

APA ITU “Bio-TIRTA HERBAL”?
Bio-TIRTA HERBAL adalah minuman organic yang terbuat dari bahan-bahan alami & permentasiair kelapa/degan Ijo, susu dan madu multi probiotik lactobacillus sp!, bifidobacterium, dan staphylococcus thermophillus, serta kultur bakteri penyeimbang! Dalam konsentrat larutan probiotikdan prebiotik dosis tinggi, dengan rasa manis aroma khas fermentasi! Tidak berpengawet terdiri dari unsur prebiotik dan probiotik (sinbiotik) yaitu bakteri yang menguntungkan sehingga dapat melawan  bakteri yang tidak menguntungkan. Kadar keasaman berkisar adalah antara 4 - 6 . Walaupun asam tidak merusakkan lambung bagi yang berpenyakit maag,rasa masam adalah masam
“min”(-)bukan plus (+) ,hindarkan interaksi dengan bahan-bahan .logam, semua zat kimia anorganik,disarankan untuk wadah dan pengaduk saat minum bahan yang terbuat. dariplastic,kayu dan kaca.

MANFAAT PRODUK:
1.Membersihkan pencernaan
2. Detoksifikasi
3. Membersihkan darah
4. Menguatkan daya kekebalan tubuh
5. Meningkatkan stamina
6.Mengatasi alergi
7. Antibiotik alami yang aman
 DLL.

PERHATIAN !!!
1. Hindarkan terkena sinar matahari secara langsung dan air panas/hangat
2 Minum air putih yang banyak, untuk mengeluarkan penyakit melewati urine dan buang air besar
3. Bila setelah minum agak murus, teruskan saja berarti efektif dalam mengeluarkan racun dalam tubuh
4. Tempat dan alat untuk menuangkan dan mengaduk TH tidak boleh berasal dari logam, yang aman berasal (gelas kaca dan sendok plastik
5. Khusus penyakit : DARAH TINGGI, DARAH RENDAH, MAAG, DAN DIABETUS mutlak diberi madu asli atau gula putih saat minum hari kesatu sampai hari ketujuh.


MENGATASI PENYAKIT:
Maag, darah rendah, darah tinggi, sroke, ginjal, kista, mioma, kanker, kencing batu, diabetus, migren, alergi, DB, tipus, kolesterol, asam urat, alergi! sakit mata, tipus DLL.






BIO TIRTA herbal adalah air probiotik yang berfungsi menetralisir zat kimia berbahaya bagi tubuh juga di gunakan untuk mengorganikkan bahan makanan secara cepat.

APLIKASI MENGORGANIKKAN BERAS KIMIA
Beras sebelum kita masak kita rendam pakai tirta herbal kuranglebih 15-30 menit,maka beras tadi akan netral dari zat kimia dan jadi beras organik,menyehatkan,tahan lama,aman di konsumsi penderita penyakit diabetes.
Membersihkan racun dalam tubuh dan memperlancar air seni
Pengobatan untuk stroke ,maag,awal,diabet,kolestrol ,liver ,asam lambung dll
Penanganan penyakit berat di sarankan konsumsi bio tirta herbal terlebih dahulu yang fungsinya menetralisir zat2 kimia yang sebelumnya pernah di konsumsi agar penyembuhan lebih cepat.

Info lebih lanjut hub kami di Kontak :
email : therapyprobiotk@gmail.com
whatsapp 08563621181
Pin BB D8812FF4
Konsultasi(gratis)



Saturday, November 3, 2018

Gejala Epilepsi atau Ayan, Penyebab dan Faktor Resiko dan Pengobatannya

Epilepsi atau Ayan

Epilepsi atau Ayan
 Epilepsi atau Ayan  adalah penyakit saraf menahun yang menyebabkan kejang-kejang secara berkala. Penyakit ini disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak. Gejala kejang-kejang yang muncul dapat bervariasi. Beberapa orang dengan penyakit epilepsi pada saat mengalami kejang-kejang memiliki pandangan yang kosong. Kejang-kejang ringan membutuhkan pengobatan, karena itu bisa berbahaya bila terjadi ketika melakukan aktivitas seperti menyetir atau berenang.


Pengobatan seperti perawatan medis dan terkadang operasi biasanya berhasil menghilangkan gejala atau mengurangi frekuensi dan intensitas dari kejang-kejang. Pada beberapa anak penderita epilepsi, mereka dapat mengatasi kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia.

Baru-baru ini para peneliti menemukan, epilepsi mengganggu fungsi neurologis yang mempengaruhi fungsi sosial dalam otak, sifat yang sama terlihat juga pada penderita autisme. Karakteristik ini termasuk gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi.

Gejala Penyakit Epilepsi atau Ayan


Karena epilepsi disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak, kejang-kejang dapat berdampak pada proses kordinasi otak anda. Kejang-kejang dapat menghasilkan :
  • Kebingungan yang temporer
  • Gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki
  • Hilang kesadaran secara total

Perbedaan gejala yang terjadi tergantung jenis kejang-kejang. Pada banyak kasus, orang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang-kejang yang sama setiap waktu, jadi gejala yang terjadi akan sama dari kejadian ke kejadian.

Dokter mengklasifikasikan kejang-kejang secara parsial atau general, berdasarkan bagaimana aktivitas otak yang tidak normal dimulai. Pada beberapa kasus, kejang-kejang dapat dimulai secara parsial dan kemudian menjadi general.

Kejang-kejang parsial (sebagian)
Ketika kejang-kejang muncul sebagai hasil dari aktifitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tersebut, ilmuan menyebutnya kejang-kejang parsial atau sebagian. Kejang-kejang jenis ini terdiri dari dua kategori.

  • Simple partial seizures (kejang-kejang parsial sederhana). Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  • Complex partial seizures (kejang-kejang parsial kompleks). Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang-kejang general
Kejang-kejang yang melibatkan seluruh bagian otak disebut kejang-kejang general. Empat tipe dari kejang-kejang general adalah:
  • Absence seizures (juga disebut petit mal). Kejang-kejang ini memiliki dikarakteristikan oleh gerakan tubuh yang halus dan mencolok, dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.
  • Myoclonic seizures. Kejang-kejang ini biasanya menyebabkan hentakan atau kedutan secara tiba-tiba pada tangan dan kaki.
  • Atonic seizures. Juga dikenal dengan drop attack, kejang-kejang ini menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan tiba-tiba collapse dan terjatuh.
  • Tonic-clonic seizures (juga disebut grand mal). Kejang-kejang yang memiliki intensitas yang paling sering terjadi. Memiliki karakteristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih.

Penyebab & Faktor Risiko


Penyebab Epilepsi


Pengaruh genetik
Beberapa tipe epilepsi menurun pada keluarga, membuatnya seperti ada keterkaitan dengan genetik.

Trauma pada kepala
Kecelakaan mobil atau cedera lain dapat menyebabkan epilepsi.

Penyakit medis
Stroke atau serangan jantung yang menghasilkan kerusakan pada otak dapat juga menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab yang paling utama pada kejadian epilepsi terhadap orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

Demensia
Menyebabkan epilepsi pada orang tua.

Cedera sebelum melahirkan
Janin rentan terhadap kerusakan otak karena infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi atau kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan otak pada anak. Dua puluh persen kejang-kejang pada anak berhubungan dengan kelumpuhan otak atau tidak normalnya neurological.

Perkembangan penyakit
Epilepsi dapat berhubungan dengan perkembangan penyakit lain, seperti autis dan down syndrome.

Faktor risiko terkena Epilepsi


Faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko epilepsi adalah :

Usia
Epilepsi biasanya terjadi pada masa awal usia anak-anak dan setelah usia 65 tahun, tapi kondisi yang sama dapat terjadi pada usia berapapun.

Jenis kelamin
Lelaki lebih berisiko terkena epilepsi daripada wanita.

Catatan keluarga
Jika anda memiliki catatan epilepsi dalam keluarga, anda mungkin memiliki peningkatan risiko mengalami kejang-kejang.

Cedera kepala
Cedera ini bertanggung jawab pada banyak kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risikonya dengan selalu menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil dan menggunakan helm ketika mengendarai motor, bermain ski, bersepeda atau melakukan aktifitas lain yang berisiko terkena cedera kepala.

Stroke dan penyakit vaskular lain
Ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi. Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut, termasuk adalah batasi untuk mengkonsumsi alkohol dan hindari rokok, makan makanan yang sehat dan selalu berolahraga.

Infeksi pada otak
Infeksi seperti meningitis, menyebabkan peradangan pada otak atau tulang belakang dan menyebabkan peningkatan risiko terkena epilepsi.

Kejang-kejang berkepanjangan pada saat anak-anak
Demam tinggi pada saat anak-anak dalam waktu yang lama terkadang dikaitkan dengan kejang-kejang untuk waktu yang lama dan epilepsi pada saat nanti. Khususnya untuk mereka dengan catatan sejarah keluarga dengan epilepsi.

semoga dengan mengetahui gejala-gejala epilepsi kita bisa mengambil langkah antisipasi sebelum penyakit ini berkembang menjadi lebih serius. Semoga bermanfaat dan jagalah selalu kesehatan Anda.

Pengobatan 
Konsumsi Kapsul Ar-Habbat dan Bio TH Exclusive
untuk anak Konsumsi Bio TH Exclusive dan THM SALAMA
DISARANKAN UNTUK KONSULTASI DAHULU SEBELUM KONSUMSI

Pemesanan Dalam & Luar Negeri :

-Phone :  08563621181
Konsultasi(gratis)

Wednesday, October 31, 2018

Cara Pemberian ASI Eksklusif Ibu Untuk Bayi yang Baik

Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Untuk Bayi, Bisa ditingkatkan kualitasnya dengan proses menyusui yang benar.

33 MITOS dan FAKTA seputar ASI yang perlu anda ketahui.... 

1. Mitos : Bayi sering minta disusui karena tidak kenyang dengan ASI.
Fakta : Perlu diketahui bahwa ASI akan sangat mudah untuk dicerna sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih mudah lapar dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Bayi yang baru lahir sebaiknya diberikan susu setiap 2-3 jam sekali.
2. Mitos : Beristirahat setelah memberikan ASI akan membantu atau menjamin lebih banyak produksi susu.
Fakta : Lebih banyak ASI yang diberikan kepada bayi akan lebih banyak produksi susu yang dihasilkan oleh ibu. Beristirahat dari jadwal menyusui sebenarnya dapat mengurangi suplai ASI ibu. Salah satu cara untu menjamin produksi ASI tetap banyak adalah dengan tetap memberikan ASI secara teratur. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan sebanyak 9-10 kali dalam sehari untuk menjamin atau mempertahankan produksi ASI.

3. Mitos : Susu formula akan membuat kualitas tidur bayi yang lebih baik.
Fakta : Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu formula akan tidur lebih lama tetapi kualitas tidurnya tidak akan lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI. Susu formula akan lebih lama dicerna dalam saluran pencernaan bayi sehingga membuat bayi bisa tertidur lebih lama.

4. Mitos : Menyusui akan mengubah bentuk dan ukuran payudara.
Fakta : Pada saat hamil akan terjadi sedikit perubahan bentuk dan ukuran payudara tetapi aktifitas menyusui tidak akan menyebabkab perubahan bentuk dan ukuran payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui lebih kecil terkena resiko kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui.

5. Mitos : Menyusui dapat mencegah kehamilan.
Fakta : Menyusui tidak menjamin dapat membatasi kehamilan walaupun efektifitasnya sebesar 98%. Hormon yang terkait dalam menyusui akan mencegah ovulasi sehingga menghalangi kemampuan hamil selama 14-15 bulan.

6. Mitos : Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup.
Fakta : TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat.

7. Mitos : Normal kok kalau payudara atau puting terasa sakit pada saat kita sedang menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.

8. Mitos : 3-4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar.
Fakta : TIDAK BENAR! Seringkali memang nampak seperti demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering terjadi “…tapi dia sudah menyusu selama 2 jam, kenapa yak kok masih lapar…”. Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.

9. Mitos : Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 (10, 15, 7.6) menit.
Fakta : TIDAK BENAR! Namun demikian, harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar.

10. Mitos : Bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas.
Fakta : TIDAK BENAR! ASI mengandung seluruh cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi.
11. Mitos : Bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D. Fakta : TIDAK BENAR! Semua orang butuh vitamin D. Produsen susu formula memang menambahkannya pada produk mereka. Namun, bayi lahir dengan hati yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet. Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam keadaan tertentu, misalnya ketika ibunya sendiri ternyata menderita kekurangan vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa dianggap perlu.

12. Mitos : Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Akan tetapi membersihkan atau mencuci puting terlalu sering malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering. Sebenarnya dengan mengoleskan setetes ASI sebelum meneteki bayi lebih lanjut, sudah menjadi satu langkah desinfektan alami bagi puting ibu.

13. Mitos : Dengan memompa atau memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa banyak ASI yang dihasilkan olehnya.
Fakta : TIDAK BENAR! Seberapa banyak ASI yang berhasil diperah atau dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ASI yang berhasil diperah atau dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI yang berhasil diperah atau dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa anda perah atau pompa, bukan sebagai tolak ukur atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.

14. Mitos : ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Fakta : TIDAK BENAR! ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk 6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.

15. Mitos : Lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung.
Fakta : TIDAK BENAR! Namun demikian, seringkali proses menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.

16. Mitos : Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.
Fakta : TIDAK BENAR! Tergantung bagaimana anda memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam peralatan pembuatan susu formula kemana-mana. Tidak perlu cemas memikirkan dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI tetap dapat diperah/dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi dirumah.

17. Mitos : Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayi.
Fakta : TIDAK BENAR! Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK minimal 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.

18. Mitos : Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.
Fakta : TIDAK BENAR! Pernyataan bahwa susu formula sama kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula pada tahun 1900-an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI) diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), timbal dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.

19. Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Menyusui justru malah akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dan sebagainya), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi ikut tertular, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan, infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama menyusui dengan payudara yang sedang sakit.

20. Mitos : Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI-nya. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan atau muntah-muntah, kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.

21. Mitos : Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih aman. Resiko pemberian makanan buatan (susu formula) pada ibu dan bayi harus dipertimbangkan ketika memutuskan apakah menyusui dapat diteruskan (lembar informasi Menyusui dan Obat-obatan dan Menyusui dan Penyakit).

22. Mitos : Seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang, tetapi tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga, misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih hati-hati dalam mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut.

23. Mitos : Seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat memproduksi ASI yang cukup.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori sangat kurang gizi untuk periode yang cukup lama. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak atau tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya.

24. Mitos : Seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Jangan terpaku pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari. Semakin banyak Anda minum, semakin baik untuk proses laktasi Anda.

25. Mitos : Seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu formula kepada bayi. Jadi sepertinya bukan menghentikan menyusui bayi bagi ibu perokok, tetapi lebih tepat bila seorang ibu perokok menghentikan merokoknya dan meneruskan menyusuinya. Sebuah penelitian menunjukan hasil bahwa merokok dapat membuat payudara menjadi kendur. Karena rokok bisa memecah protein elastin di kulit yang berfungsi memberikan elastisitas dan menyokong payudara.

26. Mitos : Seorang ibu tidak boleh minum alkohol saat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Konsumsi alkohol yang wajar seharusnya tidak dilarang. Seperti halnya dengan sebagian besar obat, alkohol sangat sedikit keluar di dalam susu. Sang ibu dapat mengkonsum sialkohol dan tetap menyusui sebagaimana biasanya. Melarang alkohol adalah cara lain yang tidak perlu dalam membatasi ibu menyusui.

27. Mitos : Ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui.
Fakta : Tidak benar! Meskipun darah membuat bayi gumoh lebih banyak, dan darah bahkan mungkin muncul dalam buang air besar nya, ini bukan alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Rasa sakit yang merupakan masalah ibu, dan ini dapat diatasi. Mintalah batuan. (Lembar Informasi Puting Nyeri dan vasospasme dan Fenomena Raynaud’s). Kadang-kadang ibu mengalami perdarahan dari puting susu yang jelas berasal dari dalam payudara dan tidak biasanya berhubungan dengan nyeri. Hal ini sering terjadi dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran dan mengendap dalam beberapa hari. Sang ibu tidak harus berhenti menyusui untuk ini. Jika pendarahan tidak berhenti segera, perlu dicari sumber masalahnya, tapi ibu harus tetap menyusui.

28. Mitos : Wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara tidak dapat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Kebanyakan melakukannya dengan sangat baik. Tidak ada bukti bahwa menyusui dengan implan silikon berbahaya bagi bayi. Kadang-kadang operasi ini dilakukan melalui areola. Wanita dengan pembasaran payudara melalui areola ini sering memiliki masalah dengan pasokan susu, seperti halnya setiap wanita yang melakukan operasi dengan sayatan di sekitar garis areola.

29. Mitos : Wanita yang pernah melakukan operasi pengecilan payudara tidak dapat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Operasi pengecilan payudara seringkali tidak menurunkan kemampuan ibu untuk memproduksi ASI, tetapi karena banyak ibu memproduksi ASI lebih dari cukup, beberapa ibu yang memiliki operasi pengecilan payudara kadang-kadang bisa menyusui secara eksklusif. Dalam situasi seperti itu, pemantapan proses menyusui harus dilakukan dengan perhatian khusus dengan prinsip-prinsip yang disebutkan dalam Lembar Informasi Proses Menyusui dengan Benar. Namun, jika ibu tampaknya tidak menghasilkan cukup ASI, dia masih bisa menyusui, dengan alat bantu menyusui (sehingga puting buatan tidak mengganggu menyusui).

30. Mitos : Bayi prematur perlu belajar untuk menggunakan botol sebelum mereka bisa mulai menyusui.
Fakta : Tidak benar! Bayi prematur akan lebih berkurang stress dengan menyusui daripada menggunakan botol susu. Seorang bayi dengan berat 1200 gram dan bahkan lebih kecil dapat mulai menyusu pada payudara segera setelah ia stabil, meskipun ia belum bisa melekat selama beberapa minggu. Namun, dia sedang belajar dan hal tersebut penting bagi bayi dan ibunya. Sebenarnya, berat badan bayi atau usia kehamilan tidak masalah seperti halnya kesiapan bayi untuk mengisap, sebagaimana ditentukan oleh gerakan bayi mengisap. Tidak ada alasan lagi untuk memberikan botol untuk bayi prematur seperti halnya pada bayi cukup bulan. Bila cairan tambahan benar-benar diperlukan ada cara untuk memberikannya tanpa menggunakan dot.

31. Mitos : Bayi dengan bibir sumbing dan atau celah langit-langit tidak dapat menyusu.
Fakta : Tidak benar! Beberapa melakukannya dengan sangat baik. Bayi dengan bibir sumbing saja bisa menyusu dengan baik. Tapi banyak bayi dengan celah langit-langit memang mengalami kesulitan untuk melekat. Tidak diragukan, bagaimanapun, bahwa jika menyusu bahkan tidak dicoba, bayi tidak akan pernah menyusu. Kemampuan bayi untuk menyusu tidak selalu tergantung pada seberapa parah atau besar celah tersebut. Menyusu harus dimulai, sebanyak mungkin, menggunakan prinsip-prinsip menyusui yang tepat. Jika botol yang diberikan, hal itu akan melemahkan kemampuan bayi untuk menyusu. Jika bayi perlu diberi minum, tetapi tidak dapat melekat, cangkir bisa dan harus digunakan daripada botol. Memberi minum dengan jari kadang-kadang berhasil pada bayi dengan bibir sumbing atau celah langit-langit, tapi tidak selalu.

32. Mitos : Menyusui tidak memberikan perlindungan terhadap kehamilan.
Fakta : Tidak benar! Ini memang bukan metode yang handal, tetapi tidak ada metode 100% handal. Pada kenyataannya, menyusui bukan metode buruk untuk menjaga jarak kelahiran anak, dan memberikan perlindungan yang dapat diandalkan terutama selama enam bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini hampir sama baiknya dengan pil KB, jika bayi di bawah usia enam bulan, jika ibu menyusui secara eksklusif, dan jika ibu belum mendapat menstruasi normal setelah melahirkan. Setelah enam bulan pertama, perlindungan berkurang, namun masih ada, dan rata-rata, wanita menyusui memasuki tahun kedua kehidupan akan punya bayi setiap dua sampai tiga tahun bahkan tanpa metode kontrasepsi buatan

33. Mitos : Ibu menyusui tidak boleh minum pil KB.
Fakta : Tidak benar! Pertanyaannya adalah bukan tentang paparan hormon wanita, yang bayi dapat terkena pula melalui ASI. Bayi hanya mendapat paparan lebih sedikit dari pil. Namun, beberapa wanita yang minum pil, bahkan pil progestin saja, ditemukan bahwa produksi ASI berkurang. Pil yang mengandung estrogen lebih mungkin untuk mengurangi produksi ASI. Karena begitu banyak wanita menghasilkan lebih dari cukup, ini kadang-kadang tidak masalah, tapi kadang-kadang tidak bahkan bila produksi ASI berlimpah, dan bayi menjadi rewel dan tidak puas saat menyusu. Bayi bereaksi terhadap kecepatan aliran ASI, bukan apa yang ada “di payudara”, sehingga bahkan suplai ASI yang sangat baik mungkin menyebabkan bayi yang biasa dengan aliran lebih cepat menjadi rewel. Menghentikan penggunaan pil seringkali membuat normal lagi. Jika mungkin, wanita yang sedang menyusui sebaiknya menghindari pil KB, atau setidaknya menunggu sampai bayi mulai MPASI (biasanya sekitar 6 bulan usia). Bahkan pada bayi yang usianya > 6 bulan, produksi ASI dapat turun secara signifikan. Jika ibu tetap memutuskan menggunakan pil KB, sebaiknya menggunakan pil progestin saja (tanpa estrogen).


(info tentang isu seputar ASI dapat di baca lebih lanjut di buku ‘Ma beri aku ASI, karena aku bukan anak sapi’ karya marmi, pustaka pelajar sumber : Marmi, 2012, Ma beri aku ASI, karena aku bukan anak sapi, pustaka pelajar, yogyakarta

SENYUM ANDA KEBAHAGIAAN KAMI