Tuesday, October 9, 2018

Penyebab Timbulnya Nyeri Dada Sebelah Kanan


Jika Anda pernah merasakan nyeri dada sebelah kanan, jangan terlalu panik dan takut. Pasalnya ternyata tidak semua penyebab rasa nyeri tersebut adalah gejala atau pertanda yang membahayakan kesehatan Anda. Namun demikian tak bisa dipungkiri bahwa terkadang rasa nyeri yang Anda rasakan di bagian dada tersebut terkadang juga menandakan adanya gangguan serius di tubuh bagian dalam. Bahkan ada juga yang terkadang mengganggap sakit di bagian dada kanan ini sebagai gejala atau pertanda serangan jantung. Padahal secara medis jantung berada di sebelah kiri, bukan di sebelah kanan. Kesimpulan tentang serangan jantung tersebut biasanya diambil karena rasa nyeri di dada kanan ini terkadang memang muncul secara tiba-tiba dan bahkan bisa menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan dalam waktu yang cukup lama. Lalu sebenarnya apa saja penyebab nyeri dada sebelah kanan atas dan apa bedanya dengan serangan jantung? Selengkapnya akan kami ulas pada pembahasan selanjutnya.

Perbedaan Nyeri Dada Sebelah Kanan dan Serangan Jantung

Bagi Anda yang curiga atau merasa takut bahwa nyeri yang Anda rasakan tersebut adalah gejala sakit jantung atau bukan, ada beberapa tanda atau gejala yang harus Anda ketahui untuk membedakan gejala-gejala tersebut. Secara umum, sakit jantung atau serangan jantung ini sebenarnya bisa dengan mudah dikenali tanpa harus ada diagnosa secara medis. Akan tetapi ternyata nyeri dada bukan berarti pertanda Anda terkena sakit jantung. Terkadang nyeri dada tersebut juga bisa menandakan penyakit lain, misalnya asma, pneumonothorax, dan sebagainya.
Nah, sebelumnya Anda perlu mengetahui apa gejala khas dari serangan jantung yang membedakan dengan nyeri dada biasa di sebelah kanan atau sebelah kiri. Untuk penyakit jantung sendiri, biasanya dada akan terasa berat dan membuat Anda akan sangat sulit untuk bernapas. Dada Anda serasa berat ketika menarik napas dan seolah diikat oleh tali yang sangat kencang di bagian dada. Perut terasa mual, muncul perasaan cemas dan biasanya tubuh Anda akan bereaksi dengan mengeluarkan keringat.
Bukan hanya di bagian dada saja, akan tetapi jika nyeri dada Anda tersebut diakibatkan karena serangan jantung, biasanya nyeri akan menjalar ke bagian leher, lengan kiri, rahang, belakang perut, hingga terasa di salah satu bahu Anda. Jadi gejalanya nyerinya tidak hanya Anda rasakan pada satu tempat saja. Selain itu jika Anda bisa merasakannya, jantung Anda pun akan berdenyut lebih cepat dari biasanya. Dan dalam waktu yang bersamaan, serangan jantung bisa membuat tubuh Anda merasa sangat lemas. Kondisi seperti itu biasanya dialami oleh penderita sakit jantung setelah berolahraga, ketika tidak beraktivitas, setelah makan besar, atau ketika Anda sedang mengalami stres. Nah, lalu apa saja penyebab dan gejala nyeri dada sebelah kanan atas? Simak informasinya berikut ini.

Berbagai Penyebab Gejala Nyeri Dada di Bagian Kanan

Setelah Anda mengetahui bagaimana gejala bahwa nyeri dada tersebut adalah pertanda Anda terkena serangan jantung, sekarang kami akan membahas mengenai beberapa penyebab rasa nyeri yang biasa terjadi di bagian dada sebelah kanan. Banyak sekali penyebab atau akibat yang bisa membuat Anda merasakan nyeri tersebut, misalnya karena aktivitas fisik yang terlalu berlebihan, kontak fisik, bahkan infeksi virus. So, untuk lebih lengkapnya silahkan simak penjelasan berikut ini.

1. Radang selaput Perut

Radang selaput perut atau yang juga disebut dengan gastritis bisa membuat Anda merasakan nyeri dada sebelah kanan atas. Kondisi seperti ini biasanya akan Anda rasakan setelah Anda berpuasa seharian atau setelah Anda mengonsumsi alkohol dalam porsi yang terlalu banyak. Rasa sakit pada perut yang Anda rasakan juga bisa memicu nyeri dada sebelah kanan.
Meskipun nyeri dada sebelah kanan bukanlah gejala serangan jantung, tetapi tetap harus diwaspadai karena bisa jadi itu merupakan gejala awal suatu penyakit yang bila tidak segera dicegah akan sulit disembuhkan.

2. Gangguan Kandung Empedu

Penyebab lain yang bisa membuat Anda merasakan nyeri dada di bagian kanan adalah karena gangguan pada kandung empedu Anda. Gangguan tersebut biasanya terjadi karena Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak atau ketika batu empedu tertahan di saluran empedu. Nah, gangguan tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri dada sebelah kanan yang cukup mengganggu. Jadi sebaiknya Anda segera periksakan kondisi kesehatan Adna ke dokter.

3. Pleura yang Meradang

Pleura adalah sebuah jaringan yang letaknya mengelilingi paru-paru. Nah, jika bagian tersebut mengalami gangguan dan menyebabkan peradangan pada jaringan pleura tersebut, terkadang Anda akan merasakan nyeri pada bagian dada kanan Anda. Kondisi atau rasa nyeri ini biasanya akan Anda rasakan ketika Anda batuk atau ketika sedang menarik napas.

4. Infeksi Virus

Rasa nyeri dada sebelah kanan bisa saja diakibatkan oleh adanya virus yang menginfeksi tubuh Anda. Misalkan saja beberapa jenis virus yang mengakibatkan pilek atau flu. Nah, virus tersebut juga terkadang bisa menimbulkan rasa sakit di bagian dada. Bahkan Anda juga bisa merasakan sakit ketika Anda sedang batuk atau sedang bernapas. Dengan demikian, yang haru Anda sembuhkan adalah pilek atau flu yang Anda alami.

5. Gangguan Saluran Pencernaan

Masalah kelima yang biasanya juga mengakibatkan nyeri dada sebelah kanan atas adalah karena terjadinya gangguan pencernaan di dalam tubuh Anda. Ketika di dalam tubuh Anda saluran pencernaan sedang terganggu, maka sering melibatkan kerongkongan dan pengetatan pada dada.

6. Cedera

Bagi Anda para atlet, mungkin Anda juga sering mengalami rasa nyeri pada bagian dada sebelah kanan atau kiri. Jika Anda tidak punya riwayat penyakit jantung, rasa nyeri tersebut bisa terjadi karena cedera. Mungkin karena terjatuh, karena benturan dengan atlet lain, atau kecelakaan lain yang terjadi di lapangan.

7. Kelelahan

Nyeri dada sebelah kanan juga bisa terjadi karena Anda terlalu lelah melakukan aktivitas atau kegiatan seharian. Aktivitas yang Anda lakukan mungkin menuntut Anda untuk menggunakan otot dada. Maka dari itu jika Anda terlalu lelah, ada kemungkinan Anda merasakan nyeri atau sakit di bagian dada. Apalagi jika Anda melakukan gerakan-gerakan yang salah.

8. Peradangan pada Hati

Penyakit radang hati juga bisa mengakibatkan munculnya nyeri atau rasa sakit di beberapa bagian tubuh tertentu. Rasa sakit tersebut bisa muncul di bagian baju kanan, bahkan bisa Anda rasakan di dada sebelah kanan. Hal ini biasanya terjadi karena adanya peradangan pada hati, oleh karena itu sudah seharusnya Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.
Itu tadi adalah delapan penyebab nyeri dada sebelah kanan yang sering dialami oleh seseorang. Bahkan posisi tidur yang salah pun juga bisa membuat dada kanan Anda terasa sakit. Selain itu Anda juga sekarang sudah lebih paham bagaimana ciri atau gejala nyeri yang menjadi pertanda serangan jantung sehingga Anda bisa membedakan antara sakit jantung dengan gejala nyeri yang lainnya. Demikian artikel singkat dari kami kali ini, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda.


Monday, October 8, 2018

Tentang 12 Kontrasepsi Alat KB Wanita ( IUD Spiral Suntik Kondom dsb)


Berikut tentang efek dan cara alat kontrasepsi kb wanita (pil, suntik, iud/ spiral, kalender, alami, kondom, dsb) untuk memberikan penjelasan dan memberikan gambaran
.
1. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita – METODE ALAMI 
.
a. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Koitus Interuptus (Sanggama Terputus)
metode ini dapat mencegah terjadinya pembuahan yang berujung pada kehamilan.
Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat seblum ejakulasi terjadi.
Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur yang dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan.
Teknik ini membutuhkan partisipasi yang besar dari pasangan Anda .
 Faktor kegagalan dari metode ini memang cukup tinggi karena bisa saja sperma telah keluar sebelum orgasme. Dengan kata lain sperma sudah terlepas dan berenang cepat menuju sel telur sesaat sebelum penis ditarik keluar.
.
b. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Sistem Kelender (Pantang Berkala/ogino-knaus )
Metode ini disebut juga dengan The Rhythm Method.
Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan kita tentang masa subur atau fertility awareness harus tinggi. kita harus mengetahui dengan tepat masa subur atau saat yang paling memungkinkan kita mengalami kehamilan.
Bila kita emang ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau kita tetap melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom.
dianjurkan untuk memperhatikan terlebih dahulu siklus mentruasi kita selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan guna mendapatkan perhitungan waktu siklus mentruasi yang tepat,
secara umum masa “aman” seorang wanita adalah 2 hari setelah mentruasi hingga 20 hari menjelang mentruasi berikutnya buat yang memiliki siklus haid pendek.
Jika siklus menstruasi kita panjang, maka masa “aman” 2 hari setelah haid hingga 16 hari menjelang menstruasi yang akan datang.
Namun perlu di ingat sebenarnya masa subur sangat sulit ditebak dengan pasti jadi masih ada kemungkinan Anda mengalami “kebobolan”
.
c. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Metode Amenore Laktasi
Dengan menyusui, akan keluar hormon prolaktin yang menyebabkan Menstruasi berhenti / amenore .. Menyusui harus dilakukan secara penuh / full dan sering. Dengan menyusui penuh, efektifitas kontrasepsi alami akan bertahan 3-6 bulan
.
2. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  METODE PERLINDUNGAN (Barrier) 
.
a. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita – Kondom
Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar.
Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom secara tepat, yaitu gunakan pada saat penis sedang ereksi dan dilepaskan sesudah ejakulasi.
Alat kontrasepsi ini paling mudah didapat serta tidak merepotkan.
Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan.
.
b. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Spermatisida 
Ini bahan sejenis bahan kimia aktif yang berfungsi “membunuh” sperma.
Dapat berwujud cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama.
Ketika memasukkan spermatisida kedalam vagina harus menggunakan alat yang telah disediakan dalam kemasan. sangat tidak diperbolehkan menggunakan tangan!.
Kegagalan sering terjadi karena waktu larut belum yang cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu kurang dari 6 jam usai senggama.
.
c. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)
Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama.
Efektifitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah senggama.
.
d. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  IUD (Intrauterine Device) = AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) 
atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya memang seperti spiral.
Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim, prinsipnya Menimbulkan reaksi keradangan lokal dalam endometrium kavum uteri sehingga menghambat terjadinya penempelan sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim.
Bentuk spiral / melingkar bertujuan untuk memperluas permukaan kontak dengan dinding kavum uteri.
IUD diduga juga menghambat motilitas tuba sehingga memaksa sperma “berenang” melawan arus.
sekarang ini, IUD generasi baru bisa dikombinasikan dengan hormon progesteron, agar efektifitasnya meningkat.
berdaya pakai hingga 5 tahun lamanya. Tingkat efektivitasnya bisa mencapai 98%, layaknya seperti pil, IUD juga mudah mengembalikan kesuburan Anda.
3. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  METODE HORMONAL
.
a. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita – Pil KB
Keuntungan pil ini adalah tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi kram atau sakit saat menstruasi.
Kesuburan kita juga dapat kembali pulih dengan cara cukuo menghentikan pemakaian pil ini.
Pil KB termasuk metode yang efektif saat ini.
Cara kerja pil KB adalah dengan mencegah pelepasan sel telur, dan mengentalkan lendir sehingga sperma sulit bertemu dengan sel telur
Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur.
Ada dua jenis pil KB yang sekarang beredar di pasaran, yaitu kombinasi antara estrogen dan progesteron atau hanya mengandung progestoren saja. “Pil KB generasi kedua tidak mempunyai efek seperti pil generasi pertama atau kita kenal dengan lingkaran biru. Pil KB saat ini tidak membuat tubuh gemuk, jerawatan serta pusing.
.
b. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Suntik KB
Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali, memiliki keuntungan mengurangi resiko lupa minum pil dan dapat bekerja efektif selama 3 bulan. Efek samping biasanya terjadi pada wanita yang menderita diabetes atau hipertensi.
EFEKTIF: Bagi wanita yang tidak mempunyai masalah penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, trombosis atau gangguan pembekuan darah serta riwayat stroke. Tidak cocok buat wanita perokok. Karena rokok dapat menyebabkan peyumbatan pembuluh darah.
.
c. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita – Susuk KB Implant/susuk KB
 adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan oleh dokter Anda.
 Tabung kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah kehamilan. Keuntungan memakai kontrasepsi ini, kita tidak harus minum pil atau suntik KB berkala.
Proses pemasangan susuk KB ini cukup 1 kali untuk masa pakai 2-5 tahun. Dan bilamana kita berenca hamil, cukup melepas implant ini kembali,
efek samping yang ditimbulkan, antara lain menstruasi tidak teratur.
.
D. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita – Morning After pil
Pada tahun 1966 ilmuwan amerika menemukan bahwa estrogen dalam dosis tinggi dapat mencegah kehamilan jika diberikan segera setelah koitus yang tidak dilindungi.
Penyelidikan mereka lakukan pada wanita sukarelawan dan wanita yang diperkosa.
Kepada sebagian wanita-wanita tersebut diberikan Pil Hormon khusus selama 4-5 hari setelah terjadinya koitus.
Kegagalan cara ini dilaporkan dalam 2,4 % dari jumlah kasus. Kiranya dengan cara ini dapat dihalangi implantasi blastokista dalam endometrium.
Batas waktu sampai 7 hari pasca senggama, kegagalan : 0.1% – 2.0% jika dimulai dalam 72 jam pasca senggama sebelum ovulasi.
Jika sudah terjadi kehamilan, tidak bermanfaat lagi.
.
4. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  METODE KONTRASEPSI PERMANEN (KONTRASEPSI MANTAP=KONTAP)
.
a. Tentang Alat Kontrasepsi KB Wanita –  Sterilisasi
Cara kontrasepsi ini bersifat permanent.
Konsepnya saluran telur pada wanita, disumbat dengan cara diikat, dipotong atau dilaser.
Sterilisasi pada wanita ini juga bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim.
 Sedangkan pada kaum pria, sterilisasi dilakukan dengan cara memotong saluran sperma.
 jika kita ingin jalani kontrasepsi ini, sebaiknya usia anak bungsu Anda telah melewati masa balita. hal ini sekedar berjaga-jaga jika suatu saat Anda masih berniat untuk hamil kembali.
.
berikut dibawah ini secara ringkas tingkat keefektifan bermacam metode diatas..
demikian tentang efek dan cara alat kontrasepsi kb (pil, suntik, iud/ spiral, kalender, alami, kondom, dsb) untuk memberikan penjelasan dan memberikan gambaran

Monday, October 1, 2018

Mastitis Payudara Ibu Menyusui

Penyakit Mastitis adalah suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak, maka ini disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

Mastitis merupakan masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui. Diperkirakan sekitar 3-20% ibu menyusui dapat mengalami mastitis. Terdapat dua hal penting yang mendasari kita memperhatikan kasus ini. Pertama, karena mastitis biasanya menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui. Kedua, karena mastitis berpotensi meningkatkan transmisi vertikal pada beberapa penyakit (terutama AIDS).

Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir (paling sering pada minggu ke-2 dan ke-3), meskipun mastitis dapat terjadi sepanjang masa menyusui bahkan pada wanita yang sementara tidak menyusui.

Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
Menggigil
Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

Berdasarkan jumlah lekosit (sel darah putih), Thomsen dkk. membagi peradangan payudara dalam 3 kondisi klinis.

Perjalanan penyakit mastitis

Terjadinya mastitis diawali dengan peningkatan tekanan di dalam duktus (saluran ASI) akibat stasis ASI. Bila ASI tidak segera dikeluarkan maka terjadi tegangan alveoli yang berlebihan dan mengakibatkan sel epitel yang memproduksi ASI menjadi datar dan tertekan, sehingga permeabilitas jaringan ikat meningkat. Beberapa komponen (terutama protein kekebalan tubuh dan natrium) dari plasma masuk ke dalam ASI dan selanjutnya ke jaringan sekitar sel sehingga memicu respons imun. Stasis ASI, adanya respons inflamasi, dan kerusakan jaringan memudahkan terjadinya infeksi.

Terdapat beberapa cara masuknya kuman yaitu melalui duktus laktiferus ke lobus sekresi, melalui puting yang retak ke kelenjar limfe sekitar duktus (periduktal) atau melalui penyebaran hematogen (pembuluh darah). Organisme yang paling sering adalah Staphylococcus aureus, Escherecia coli dan Streptococcus. Kadangkadang ditemukan pula mastitis tuberkulosis yang menyebabkan bayi dapat menderita tuberkulosa tonsil. Pada daerah endemis tuberkulosa kejadian mastitis tuberkulosis mencapai 1%.

Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain:

-Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya.
-Puting lecet.
Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.
Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek.
Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.
-Pengosongan payudara yang tidak sempurna
Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik. Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.
-Ibu atau bayi sakit.
-Frenulum pendek.
-Produksi ASI yang terlalu banyak.
Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.
Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.
-Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.
-Penggunaan krim pada puting.
-Ibu stres atau kelelahan.
-Ibu malnutrisi. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Pencegahan

Pencegahan terhadap kejadian mastitis dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko di atas. Bila payudara penuh dan bengkak (engorgement), bayi biasanya menjadi sulit melekat dengan baik, karena permukaan payudara menjadi sangat tegang. Ibu dibantu untuk mengeluarkan sebagian ASI setiap 3 – 4 jam dengan cara memerah dengan tangan atau pompa ASI yang direkomendasikan. Sebelum memerah ASI pijatan di leher dan punggung dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang menyebabkan ASI mengalir dan rasa nyeri berkurang. Teknik memerah dengan tangan yang benar perlu diperlihatkan dan diajarkan kepada ibu agar perahan tersebut efektif. ASI hasil perahan dapat diminumkan ke bayi dengan menggunakan cangkir atau sendok. Pembengkakan payudara ini perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya feedback inhibitor of lactin (FIL) yang menghambat penyaluran ASI.

Pengosongan yang tidak sempurna atau tertekannya duktus akibat pakaian yang ketat dapat menyebabkan ASI terbendung. Ibu dianjurkan untuk segera memeriksa payudaranya bila teraba benjolan, terasa nyeri dan kemerahan. Selain itu ibu juga perlu beristirahat, meningkatkan frekuensi menyusui terutama pada sisi payudara yang bermasalah serta melakukan pijatan dan kompres hangat di daerah benjolan.

Pada kasus puting lecet, bayi yang tidak tenang saat menetek, dan ibu-ibu yang merasa ASInya kurang, perlu dibantu untuk mengatasi masalahnya. Pada peradangan puting dapat diterapi dengan suatu bahan penyembuh luka seperti atau lanolin, yang segera meresap ke jaringan sebelum bayi menyusu. Pada tahap awal pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan ASI akhir (hind milk) setelah menyusui pada puting dan areola dan dibiarkan mengering. Tidak ada bukti dari literatur yang mendukung penggunaan bahan topikal lainnya.

Kelelahan sering menjadi pencetus terjadinya mastitis. Seorang tenaga kesehatan harus selalu menganjurkan ibu menyusui cukup beristirahat dan juga mengingatkan anggota keluarga lainnya bahwa seorang ibu menyusui membutuhkan lebih banyak bantuan.

Ibu harus senantiasa memperhatikan kebersihan tangannya karena Staphylococcus aureus adalah kuman komensal yang paling banyak terdapat di rumah sakit maupun masyarakat. Penting sekali untuk tenaga kesehatan rumah sakit, ibu yang baru pertama kali menyusui dan keluarganya untuk mengetahui teknik mencuci tangan yang baik. Alat pompa ASI juga biasanya menjadi sumber kontaminasi sehingga perlu dicuci dengan sabun dan air panas setelah digunakan.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lain untuk menunjang diagnosis tidak selalu diperlukan. World Health Organization (WHO) menganjurkan pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas pada beberapa keadaan yaitu bila:

-pengobatan dengan antibiotik tidak — memperlihatkan respons yang baik dalam 2 hari
-terjadi mastitis berulang
-mastitis terjadi di rumah sakit
-penderita alergi terhadap antibiotik atau pada kasus yang berat.
-Bahan kultur diambil dari ASI pancar tengah hasil dari perahan tangan yang langsung ditampung menggunakan penampung urin steril. Puting harus dibersihkan terlebih dulu dan bibir penampung diusahakan tidak menyentuh puting untuk mengurangi kontaminasi dari kuman yang terdapat di kulit yang dapat memberikan hasil positif palsu dari kultur. Beberapa penelitian memperlihatkan beratnya gejala yang muncul berhubungan erat dengan tingginya jumlah bakteri atau patogenitas bakteri.

Tata laksana

Tata laksana suportif
Tata laksana mastitis dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu. Aliran ASI yang baik merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis karena stasis ASI merupakan masalah yang biasanya mengawali terjadinya mastitis. Ibu dianjurkan agar lebih sering menyusui dimulai dari payudara yang bermasalah. Tetapi bila ibu merasa sangat nyeri, ibu dapat mulai menyusui dari sisi payudara yang sehat, kemudian sesegera mungkin dipindahkan ke payudara bermasalah, bila sebagian ASI telah menetes (let down) dan nyeri sudah berkurang. Posisikan bayi pada payudara sedemikian rupa sehingga dagu atau ujung hidung berada pada tempat yang mengalami sumbatan. Hal ini akan membantu mengalirkan ASI dari daerah tersebut.

Ibu dan bayi biasanya mempunyai jenis pola kuman yang sama, demikian pula pada saat terjadi mastitis sehingga proses menyusui dapat terus dilanjutkan dan ibu tidak perlu khawatir terjadi transmisi bakteri ke bayinya. Tidak ada bukti terjadi gangguan kesehatan pada bayi yang terus menyusu dari payudara yang mengalami mastitis. Ibu yang tidak mampu melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara dengan tangan atau pompa. Penghentian menyusui dengan segera memicu risiko yang lebih besar terhadap terjadinya abses dibandingkan yang melanjutkan menyusui. Pijatan payudara yang dilakukan dengan jari-jari yang dilumuri minyak atau krim selama proses menyusui dari daerah sumbatan ke arah puting juga dapat membantu melancarkan aliran ASI.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ibu harus beristirahat, mengkonsumsi cairan yang adekuat dan nutrisi berimbang. Anggota keluarga yang lain perlu membantu ibu di rumah agar ibu dapat beristirahat. Kompres hangat terutama saat menyusu akan sangat membantu mengalirkan ASI. Setelah menyusui atau memerah ASI, kompres dingin dapat dipakai untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Pada payudara yang sangat bengkak kompres panas kadang membuat rasa nyeri bertambah. Pada kondisi ini kompres dingin justru membuat ibu lebih nyaman. Keputusan untuk memilih kompres panas atau dingin lebih tergantung pada kenyamanan ibu.

Perawatan di rumah sakit dipertimbangkan bila ibu sakit berat atau tidak ada yang dapat membantunya di rumah. Selama di rumah sakit dianjurkan rawat gabung ibu dan bayi agar proses menyusui terus berlangsung.

Penggunaan obat-obatan

Meskipun ibu menyusui sering enggan untuk mengkonsumsi obat, ibu dengan mastitis dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa obat sesuai indikasi.

Analgesik

Rasa nyeri merupakan faktor penghambat produksi hormon oksitosin yang berguna dalam proses pengeluaran ASI. Analgesik diberikan untuk mengurangi rasa nyeri pada mastitis. Analgesik yang dianjurkan adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen. Ibuprofen lebih efektif dalam menurunkan gejala yang berhubungan dengan peradangan dibandingkan parasetamol atau asetaminofen. Ibuprofen sampai dosis 1,6 gram per hari tidak terdeteksi pada ASI sehingga direkomendasikan untuk ibu menyusui yang mengalami mastitis.

Antibiotik

Jika gejala mastitis masih ringan dan berlangsung kurang dari 24 jam, maka perawatan konservatif (mengalirkan ASI dan perawatan suportif) sudah cukup membantu. Jika tidak terlihat perbaikan gejala dalam 12 – 24 jam atau jika ibu tampak sakit berat, antibiotik harus segera diberikan. Jenis antibiotik yang biasa digunakan adalah dikloksasilin atau flukloksasilin 500 mg setiap 6 jam secara oral. Dikloksasilin mempunyai waktu paruh yang lebih singkat dalam darah dan lebih banyak efek sampingnya ke hati dibandingkan flukloksasilin. Pemberian per oral lebih dianjurkan karena pemberian secara intravena sering menyebabkan peradangan pembuluh darah. Sefaleksin biasanya aman untuk ibu hamil yang alergi terhadap penisillin tetapi untuk kasus hipersensitif penisillin yang berat lebih dianjurkan klindamisin.

Antibiotik diberikan paling sedikit selama 10 – 14 hari. Biasanya ibu menghentikan antibiotik sebelum waktunya karena merasa telah membaik. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya mastitis berulang. Tetapi perlu pula diingat bahwa pemberian antibiotik yang cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur pada payudara dan vagina.

Pada penelitian yang dilakukan Jahanfar diperlihatkan bahwa pemberian antibiotik disertai dengan pengosongan payudara pada mastitis mempercepat penyembuhan bila dibandingkan dengan pengosongan payudara saja. Sedangkan penelitian Jimenez dkk. memperlihatkan bahwa pemberian Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus gasseri mempercepat perbaikan kondisi klinik pada kasus mastitis yang sementara mendapat antibiotik.

Pemantauan

Respon klinik terhadap penatalaksanaan di atas dibagi atas respon klinik cepat dan respon klinik dramatis. Jika gejalanya tidak berkurang dalam beberapa hari dengan terapi yang adekuat termasuk antibiotik, harus dipertimbangkan diagnosis banding. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi kuman-kuman yang resisten, adanya abses atau massa padat yang mendasari terjadinya mastitis seperti karsinoma duktal atau limfoma non Hodgkin. Berulangnya kejadian mastitis lebih dari dua kali pada tempat yang sama juga menjadi alasan dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk menyingkirkan kemungkinan adanya massa tumor, kista atau galaktokel.

Komplikasi

Penghentian menyusui dini

Mastitis dapat menimbulkan berbagai gejala akut yang membuat seorang ibu memutuskan untuk berhenti menyusui. Penghentian menyusui secara mendadak dapat meningkatkan risiko terjadinya abses. Selain itu ibu juga khawatir kalau obat yang mereka konsumsi tidak aman untuk bayi mereka. Oleh karena itu penatalaksanaan yang efektif, informasi yang jelas dan dukungan tenaga kesehatan dan keluarga sangat diperlukan saat ini.

Abses

Abses merupakan komplikasi mastitis yang biasanya terjadi karena pengobatan terlambat atau tidak adekuat. Bila terdapat daerah payudara teraba keras , merah dan tegang walaupun ibu telah diterapi, maka kita harus pikirkan kemungkinan terjadinya abses. Kurang lebih 3% dari kejadian mastitis berlanjut menjadi abses. Pemeriksaan USG payudara diperlukan untuk mengidentifikasi adanya cairan yang terkumpul. Cairan ini dapat dikeluarkan dengan aspirasi jarum halus yang berfungsi sebagai diagnostik sekaligus terapi, bahkan mungkin diperlukan aspirasi jarum secara serial. Pada abses yang sangat besar terkadang diperlukan tindakan bedah. Selama tindakan ini dilakukan ibu harus mendapat antibiotik. ASI dari sekitar tempat abses juga perlu dikultur agar antibiotik yang diberikan sesuai dengan jenis kumannya.

Mastitis berulang/kronis

Mastitis berulang biasanya disebabkan karena pengobatan terlambat atau tidak adekuat. Ibu harus benar-benar beristirahat, banyak minum, makanan dengan gizi berimbang, serta mengatasi stress. Pada kasus mastitis berulang karena infeksi bakteri diberikan antibiotik dosis rendah (eritromisin 500 mg sekali sehari) selama masa menyusui

Infeksi jamur

Komplikasi sekunder pada mastitis berulang adalah infeksi oleh jamur seperti candida albicans. Keadaan ini sering ditemukan setelah ibu mendapat terapi antibiotik. Infeksi jamur biasanya didiagnosis berdasarkan nyeri berupa rasa terbakar yang menjalar di sepanjang saluran ASI. Di antara waktu menyusu permukaan payudara terasa gatal. Puting mungkin tidak nampak kelainan. Ibu dan bayi perlu diobati. Pengobatan terbaik adalah mengoles nistatin krem yang juga mengandung kortison ke puting dan areola setiap selesai bayi menyusu dan bayi juga harus diberi nistatin oral pada saat yang sama.

Kesimpulan

Mastitis merupakan proses peradangan payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir. Diagnosis mastitis ditegakkan bila ditemukan gejala demam, menggigil, nyeri seluruh tubuh serta payudara menjadi kemerahan, tegang, panas dan bengkak. Beberapa faktor risiko utama timbulnya mastitis adalah puting lecet, frekuensi menyusui yang jarang dan pelekatan bayi yang kurang baik. Melancarkan aliran ASI merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis. Selain itu ibu perlu beristirahat, banyak minum, mengkonsumsi nutrisi berimbang dan bila perlu mendapat analgesik dan antibiotik.

sumber

Thursday, September 27, 2018

ANti Aging

Bagi sebagian wanita, penuaan dini bisa dibilang momok yang cukup menakutkan,perubahan akan terjadi pada kulit wajah membuat rasa percaya diri semakin berkurang hari demi hari.Mulai dari kerutan di area mata, garis halus, munculnya flek hitam, seakan tak mudah dihindari bagi para wanita.Meski sudah melakukan berbagai perawatan sejumlah masalah tersebut silih berganti muncul.

Lalu sebenarnya apa saja faktor penuaan dini pada kulit ini,yuk kita simak hasil wawancara Stylo Grid ID ini!
1. Faktor dari luar
Faktor dari luar yang bisa mempengaruhi kondisi kulitmu sehingga lebih mudah terjadi penuaan dini.
"Beberapa faktor dari luar biasanya muncul karena gaya hidup seseorang, seperti sering konsumsi alkohol, rokok, kosmetik yang tidak sesuai, zat adiktif, hingga polusi," tutur Dr. Ariana.

2. Faktor dari dalam
"Beberapa penuaan dini bisa disebabkan faktor dari dalam seperti faktor genetik, ras, hingga hormonal," ungkap Dr. Ariana Suryadewi Soejanti, M. Biomed, Dokter Pemerhati Kesehatan Kulit Biomedik Kekhususan Anti-Aging yang ditemui Stylo Grid ID dalam acara peluncuran Natur-E Advanced Face Series, Selasa (08/05), di Queens Head Cafe Kemang, Jakarta.

Hal ini karena beberapa wanita mungkin dilahirkan dengan hormon atau gen yang membuat perubahan cepat terjadi pada kulit wajahnya.
"Beberapa wanita akan mudah terlihat dewasa lebih cepat, karena ada faktor gen dan hormon yang bervariasi sehingga mempengaruhi kondisi kulit," jelasnya.

Cara Mencegah nya :
Untuk faktor inilah para wanita bisa melakukan sejumlah pencegahan munculnya penuaan dini pada kulit wajah khususnya.
Selalu menjaga kebersihan kulit.
Melakukan perawatan dari dalam : Caranya adalah dengan rutin konsumsi suplemen yang memang di butuhkan kulit untuk menjaga antiaging,anda juga bisa dengan teratur konsumsi produk kami Majakani Probiotik ,saran dari pakar mikrobakteriologi. Prof.Ainul Fatah(*).

Melakukan perawatan dari luar:
"Caranya adalah dengan rutin membersihkan kulit dari sisa makeup, dan memproteksi dengan berbagai skincare(Majakani juga bisa di manfaatkan untuk skincare yang aman dan tepat selain untuk di konsumsi)," saran Dr. Ariana. (*)

SENYUM ANDA KEBAHAGIAAN KAMI